Pengawasan terhadap orang asing di Kabupaten Blitar nterkendala pemilik kos yang tidak kooperatif.

Kantor Imigrasi kelas dua Blitar mengaku kesulitan dalam melakukan pengawasan terhadap para warga negara asing atau WNA di Blitar. Kepala Imigrasi kelas dua Blitar Mulkan Lekat mengatakan, para pengusaha rumah kos terkesan menutupi jika rumah kosnya dihuni warga asing. Para pengusaha kos tidak pro aktif melapor ke desa maupun imigrasi tentang keberadaan warga asing di tempat kos milik mereka. Mulkan mengaku sudah mengumpulkan perangkat desa, untuk memberikan wawasan kepada pengusaha kos untuk pro aktif melaporkan keberadaan warga asing. Mulkan Lekat menambahkan, untuk meningkatkan pengawasan warga asing, pihaknya mengintensifkan koordinasi dengan forum kewaspadaan dini masyarakat (FKDM), kepolisian maupun perangkat desa yang tergabung dalam tim pengawasan orang asing atau tim pora.

Diberitakan sebelumnya, mulai januari hingga september kantor imigrasi blitar sudah mendeportasi 20 warga asing yang menyalahi ijin tinggal.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*