Hampir 70% peralatan rekam KTP EL di Kabupaten Blitar mengalami kerusakan.

Pemohon kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) sedang melakukan proses pemindaian sidik jari saat uji coba di Kantor Kelurahan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (27/7). Dalam uji coba tersebut pemohon e-KTP direkam foto diri, nama, umur, sidik jari, serta iris mata hanya dalam waktu dua menit sebelas detik hingga data tersebut langsung terkirim ke database di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan tercetak dalam bentuk e-KTP. Namun proses sebenarnya diperlukan waktu satu sampai dua minggu hingga akhirnya e-KTP diterima pemohon tergantung jarak daerah yang akan dikirim karena pencetakan terpusat di Kemendagri. MI/PANCA SYURKANI

Dalam melakukan program Percepatan E – KTP di Kabupaten Blitar, Dinas kependudukan dan catatan sipil Kabupaten Blitar mengalami beberapa kendala termasuk Peralatan rekam KTP EL. Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil kabupaten Blitar Eko Budi Winarso mengakui 70 persen alat rekam e ktp seperti PC, finger print, printer maupun perangkat lain seperti kamera mengalami kerusakan. Eko Budi mengatakan, setiap kecamatan memiliki dua alat perekaman KTP dan saat ini hanya bisa berfungsi satu alat yang dioptimalkan untuk pelayanan e ktp keliling. Eko Budi menambahkan, pihaknya akan mengajukan pengadaan alat baru perekaman e ktp di kecamatan menggunakan melalui APBN tahun 2017, karena hampir semua alat mengalami kerusakan.

Eko Budi juga mengatakan, 70 persen alat rekam mengalami kerusakan karena pengadaan dilakukan sejak tahun 2012 sehingga memerlukan refresh perangkat baru.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*